Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia Moch Refrrajaya
mengatakan, prospek industri desain interior berkembang pesat karena didukung
majunya bisnis properti dan konstruksi di Indonesia yang membutuhkan banyak
tenaga desain. Perkembangan ini juga didukung kepercayaan pelaku industri
terhadap kemampuan desainer interior lokal. Ia mengatakan, dominasi desainer interior
dalam negeri begitu besar dan mengalahkan tenaga perancang dari mancanegara.
"Saya bisa bilang hampir 99,9 persen desainer interior
dalam negri itu merupakan tenaga dari lokal," katanya.
Seperti dalam desain pembangunan perumahan di tengah kota yang
menerapkan konsep vertikal, telah membuka peluang berkembangnya karir para
desainer. Di setiap gedung, kata dia, pasti membutuhkan interior.
"Satu gedung yang memiliki 20 lantai bisa hanya membutuhkan
satu arsitek. Tapi, jika 20 lantai itu terdiri dari 20 kantor bisa membutuhkan
20 desainer untuk merancang interiornya. Belum lagi, jika satu lantai terdapat
dua kantor," ujar Refrrajaya.
Dia mejelaskan, setiap tahun selalu ada peningkatan jumlah
desainer interior lokal yang diminati oleh industri desain mancanegara seperti
Singapura, Malaysia dan Brunei Darusalam. Umumnya, para desainer datang membawa
nama perorangan.
"Walaupun tidak tertulis angka-angkanya, kita mencatat
teman-teman desainer tiap tahun menjadi desainer di negara tetangga. Itu
menunjukkan SDM Indonesia bagus,"
Ia mengatakan, pasar dalam negeri kini banyak diserbu
pelaku-pelaku asing. Dengan tren tersebut, banyak desainer interior lokal
menggandeng perancang dari luar negeri tingkat Asia Pasifik untuk bisa
memajukan industri desain bersama-sama.
"Bukan bersaing, tapi kita beriringan, seperti sekarang
kita memanggil desainer teman-teman dari APSDA (Asia Pacific Space Designesr
Alliance) di perhelatan acara Desain.ID untuk menjadi juri kompetisi,"
kata Reffrajaya.
Tahun ini HDII menyelenggarakan pameran desain interior
internasional Desain.ID bertema "Cosmic: Design in Extra-Ordinary
Means" di Balai Sidang Jakarta, 5-8 September 2012. Acara ini diharapkan
bisa terus mendukung perkembangan desain interior di Indonesia, terutama untuk
memberikan nilai tambah bagi manfaat suatu produk.Sumber : Kompas.com
Key Word : 3D, Desain, Interior, Architecture
Tidak ada komentar:
Posting Komentar